BPN: Tuduhan Prabowo Mendukung Khilafah dan Akan Ubah Pancasila adalah Fitnah

Header Menu

BPN: Tuduhan Prabowo Mendukung Khilafah dan Akan Ubah Pancasila adalah Fitnah

Senin, 01 April 2019


Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, berbagai tuduhan yang menganggap Prabowo membela kelompok khilafah dan akan mengubah Pancasila jika terpilih sebagai presiden merupakan fitnah. 

"Ya, isu itu namanya peyoratif (merendahkan atau menghina) sekali terhadap Pak Prabowo. Bahkan, bertentangan dengan fakta," kata Dahnil kepada Kompas.com, Minggu (31/3/2019). 

Dahnil menegaskan, Prabowo merupakan mantan prajurit TNI yang sudah bersumpah untuk merawat Pancasila. Bahkan, kata Dahnil, Pancasila sudah dianggap Prabowo sebagai bagian dari nyawanya di medan perang. 

"Jadi tuduhan itu peyoratif, fitnah yang bertentangan dengan fakta," kata dia.

Dahnil pun menyesalkan tudingan itu tak hanya disampaikan oleh pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, melainkan juga Jokowi dan Ma'ruf sendiri. 

"Misalnya, sederhana pidato Pak Jokowi yang menyebutkan di sana (kubu Prabowo-Sandiaga) didukung organisasi yang terakhir (dibubarkan) itu loh. Itu kan disampaikan oleh seorang presiden loh, masa presiden menyampaikan begitu. Walaupun di debat tadi malam beliau mengucapkan hal yang berbeda tadi," katanya. 

Menurut Dahnil, Ma'ruf pernah menyinggung hal serupa bahwa kubu Prabowo-Sandiaga tak akan memertahankan Pancasila dan mendukung khilafah.

"Bahkan kan Kiai Ma'ruf juga menyampaikan hal serupa, terkait dengan kalau si ini enggak akan pertahankan Pancasila, sebelah sana yang pro khilafah. Itu capres-cawapres (Jokowi-Ma'ruf) ngomong begitu, gitu loh," kata dia. 

Ia menyayangkan hal itu dilakukan. Sebab, Prabowo dan Sandiaga dinilainya tak pernah menuduh Jokowi-Ma'ruf dengan pola tudingan seperti itu. 

"Kan enggak pernah sama sekali Pak Prabowo, Bang Sandi menuduh macem-macem terkait apakah di belakang Pak Jokowi misalnya ada tuduhan ada PKI atau enggak. Kan enggak pernah disampaikan itu oleh Pak Prabowo. Karena bagi Pak Prabowo itu enggak pantes memang model seperti itu disampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menjawab tuduhan dirinya yang dianggap membela kelompok khilafah dan akan mengubah Pancasila jika terpilih dalam Pilpres 2019. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat debat keempat Pilpres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam. 

Prabowo awalnya meyakini bahwa rivalnya, capres Joko Widodo, adalah seorang yang berpegang pada Pancasila, patriot, dan nasionalis.

Namun, kata Prabowo, ada pendukung Jokowi yang melontarkan tuduhan bahwa dirinya membela khilafah hingga bakal melarang tahlilan. 

"Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal," kata Prabowo. 

Ia menyebut dirinya lahir dari seorang ibu yang beragama Nasrani. Sejak muda,
 ia mengaku sudah mempertaruhkan diri untuk membela Pancasila dan negara. 

"Bagaimana saya dituduh akan mengubah Pancasila. Sungguh kejam itu. Tapi saya percaya Pak Jokowi tidak merestui itu," kata Prabowo.

Kuliah Beasiswa..?? Klik Disini

Gambar : Kompas.com
Sumber : Kompas.com