Kehidupan Frederik Kiran, Bule Amerika Cucu Soekarno yang Jarang Terekspos, Lihat Parasnya Sekarang!

Header Menu

Kehidupan Frederik Kiran, Bule Amerika Cucu Soekarno yang Jarang Terekspos, Lihat Parasnya Sekarang!

Rabu, 26 Juni 2019


Nama Frederik Kiran mungkin masih terdengar asing bagi banyak masyarakat Indonesia.

Padahal, sosok Frederik Kiran sangat berkaitan erat dengan sosok Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Soekarno.

Ya, Frederik Kiran lahir dan mewarisi darah sang proklamator.

Yuk kenalan!

Seperti yang selama ini kita tahu, nama Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno pasti dikenal warga Indonesia hingga ke mancanegara.

Sepak terjang Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terurai manis dalam catatan sejarah Indonesia.

Namun, kehidupan dan silsilah keluarga Soekarno masih jarang diketahui publik.

Orang-orang di garis keturunannya pun hampir tak pernah terdengar kabarnya.

Kendati demikian, ternyata Soekarno memiliki seorang cucu berwajah bule yang tengah beranjak remaja.

Melansir dari Suar.ID via GridHot.id, Frederik Kiran Soekarno Seegers ialah cucu Presiden Soekarno.

Frederik Kiran Soekarno Seegers, yang biasa disapa Kiran, merupakan putra dari Kartika Sari Dewi Soekarno.

Kartika Sari Dewi Soekarno adalah putri Soekarno dari hasil pernikahannya dengan seorang wanita Jepang.

Dikenal sebagai sosok yang kharismatik, sang proklamator tercatat menikahi 9 orang wanita semasa hidupnya.

Satu di antaranya ialah wanita cantik asal Negeri Sakura, Naoko Nemoto atau yang memiliki nama lain Ratna Sari Dewi alias Dewi Soekarno.

Keduanya pun menikah pada tahun 1962 tatkala Dewi masih berusia 19 tahun.

Dari pernikahan tersebut, Soekarno dan Dewi dikaruniai seorang putri yakni Kartika Sari Dewi Soekarno.

Berbeda dengan putra-putri Soekarno lainnya yang masih menggeluti dunia politik, sosok Kartika justru jarang terekspos.

Pasalnya, wanita yang akrab disapa Karina ini lebih banyak menghabiskan masa mudanya di luar negeri, mengikuti sang ibu yang kerap berpindah dari satu negara ke negara lain.

Bersama ibunya, Kartika diketahui pernah tinggal di Prancis, Jepang, hingga akhirnya menetap di Amerika Serikat.

Potret istri Soekarno, Ratna Sari Dewi alias Dewi Soekarno bersama putrinya Kartika Sari Dewi Soekarno semasa kecil.
 
Meski besar dan menetap di luar negeri, ia rupanya menaruh kecintaan yang begitu besar terhadap negara asalnya, Indonesia.

Kepedulian Kartika kepada Indonesia juga ia wujudkan dengan mendirikan sebuah yayasan bernama Kartika Soekarno Foundation di tahun 1998.

Yayasan ini aktif menyalurkan bantuan untuk siswa SD di Indonesia yang diperoleh dari berbagai organisasi dunia, seperti UNICEF dan CARE-USA.

Dalam perjalanan hidupnya, Kartika telah melabuhkan hati pada Frits Frederik Seegers yang kala itu menjabat sebagai Presiden Citibank Eropa.

 Pernikahan mereka berlangsung pada 2 Desember 2005 di Belanda yang turut dihadiri keluarga besar Soekarno.

Melalui akun Instagram @kartikasoekarnofoundation, Kartika kerap membagikan momen kebersamaan dengan keluarga, termasuk sang suami yang diunggah pada Sabtu (18/5/2019).

Dari pernikahannya, Kartika dan sang suami dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Frederik Kiran Soekarno Seegers.

Beranjak dewasa, siapa sangka Kiran kini mencuri perhatian publik.

Bagaimana tidak, Kiran yang merupakan keturunan Asia dan Eropa memiliki paras bule yang begitu rupawan.

Bahkan ketampanan Kiran disebut-sebut mewarisi sang kakek, Soekarno.

Lantas seperti apa sosok Frederik Kiran Soekarno Seegers, cucu Soekarno yang berparas bule, dan kehidupannya sekarang?

Yuk lihat foto-fotonya:

1. Menemani sang ibunda menghadiri Cindy Adams' 10th year Blessing of Animals di Amerika Serikat

2. Tampannya potret Kiran dalam balutan baju samurai Jepang yang diunggah Kartika untuk memperingati Hari Ibu Sedunia pada 31 Maret 2019 lalu

3. Peduli terhadap para korban Tsunami Palu dan Donggala, Kiran menggalang dana bersama teman-teman sekolahnya

4. Asyik bermain di tepi pantai saat mengunjungi Palermo, Italia

Kisah Cinta Ratna Sari Dewi dan Soekarno

Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi lahir di Tokyo 6 Februari 1940, dari keluarga miskin.

Awalnya ia bekerja sebagai agen asuransi, sebelum menjadi seorang entertainer.

Pada 16 Juni 1959, Naoko mengisi acara di hotel Imperial, Tokyo, guna menyambut kedatangan tamu negara.

Di sanalah Bung Karno pertama kali bertemu Naoko, dan jatuh hati.

Setelah pertemuan itu, keduanya rutin saling berkirim surat cinta.

Setiap Soekarno berkunjung ke Jepang untuk membicarakan pampasan perang, ia selalu menemui Naoko.

Affair Bung Karno dengan Naoko ini rupanya mengkhawatirkan sejumlah pihak.

Dalam kisah yang ditulis Julius Pour di buku Kisah Istimewa Bung Karno, ABRI sangat khawatir dengan kisah cinta Bung Karno ini, dilansir dari Intisari.

Sebab, secara politis dampaknya sangat merugikan.

Pasalnya, saat itu musuh pemerintah mencoba memanfaatkan situasi itu untuk menjelek-jelekkan nama, dan kelakuan Bung Karno. Apalagi saat itu Indonesia sedang melancarkan Konfrontasi Malaysia

Pimpinan ABRI lantas mengirim dua perwiranya, Ahmad Yani dan Soenarso untuk menyusul Bung Karno yang kala itu tengah berada di Jepang menemui Naoko.

Setibanya di hotel tempat Soekarno menginap, Ahmad Yani dan Soenarso sempat berdebat tentang siapa yang harus berbicara kepada Bung Karno dan mengajaknya pulang.

Keduanya takut jika sang Presiden marah.

Akhirnya Soenarso yang bicara dan berterus terang kepada Bung Karno agar segera pulang, dan memutuskan tali asmaranya dengan Naoko.

Sebenarnya Soenarso sudah bersiap menerima kemurkaan Sang Presiden. Ternyata jawaban Bung Karno sungguh tak disangka.

"Lha, cara untuk memutuskan (Nemoto) bagaimana?" .

"Gampang, Pak. Sekarang saja Bapak kembali ke Jakarta, tanpa memberitahu siapa pun, kecuali protokol pemerintah Jepang," saran Soenarso. Nasihat itu langsung dijalankan Bung Karno.

Sore itu juga, dia dan rombongannya terbang ke Jakarta.

Mencoba Bunuh Diri

Malam hari setelah Soekarno pergi, ternyata Naoko datang ke hotel.

Dia terkejut karena Bung Karno sudah pulang, tanpa pamit.

Perasaannya campur aduk, antara sedih karena ditinggal kekasih dan harga diri yang terhina.

Dalam kesedihan, Naoko akhirnya mengambil jalan pintas, yakni mencoba harakiri.

Beruntung nyawanya bisa diselamatkan oleh pihak hotel yang langsung membawanya ke rumah sakit.

"Ketika berita bunuh diri tadi sampai di Jakarta, kami sendiri juga bingung, disampaikan tidak kepada Bung Karno," kenang Soenarso tentang kisah cinta Bung Karno ini.

Namun kabar itu akhirnya sampai ke Bung Karno juga.

Reaksinya bisa ditebak.

Sebagai pria yang bertanggung jawab, Soekarno langsung terbang ke Jepang tanpa peduli nasihat apa pun.

Setelah peristiwa itu tak ada satu pihak pun yang bisa menghalangi jalinan cinta Bung Karno ke Naoko.

Bung Karno akhirnya menikahi Naoko dengan hukum Islam pada 3 Maret 1962.

Ini ibarat kebahagiaan tapi juga musibah bagi Naoko.

Di satu sisi ia merasa bahagia, tapi juga sedih akan peristiwa yang dialami keluarganya di Jepang.

Kabarnya, ibu Naoko langsung terkena serangan jantung, dan meninggal dunia begitu mendengar anaknya menikah dengan Soekarno dan berganti agama.

Sementara kakaknya, usai sang ibu meninggal, bunuh diri dengan karena merasa nama keluarganya tercemar.

Dia terhina karena adiknya menjadi "selir" dari presiden negara miskin seperti Indonesia.

Dari perkawinannya dengan Bung Karno, lahir seorang putri yang diberi nama Kartika Sukarnoputri.

Kuliah Beasiswa...?? Klik Disini

Gambar : TribunJatim.com
Sumber : TribunJatim.com